Bagi kami, Journey is learning, not a destination. Dan perjalanan ini sendiri merupakan perjalanan pembelajaran bagi kami semua. Karenanya, tidak penting seberapa jauh/miles yang mesti kami kejar untuk diselesaikan, tapi berapa banyak yang bisa kami serap/pelajari jika kami berada di sebuah tempat.

Untuk itu kami berusaha agar tidak setiap hari kami mesti berpindah kota/tempat. Saat mesti berpindah kota sedapatnya bisa di kisaran 200 – 300 km per hari. Jika terpaksa masih bisa untuk 500 – 600 km namun setelahnya mesti istirahat cukup dan bisa bersantai selama 4-5 hari di tempat tujuan.

Kami percaya bahwa belajar tidak mesti selalu didalam ruangan. Dunia merupakan ruang belajar yang begitu luas. Selama perjalanan, anak-anak akan belajar banyak tentang beragam budaya, agama, bahasa, dll. Anak-anak sendiri wajib belajar minimal 3 jam sehari (kami bergantian mendampingi minimal 1 jam, sisanya anak-anak belajar mandiri dengan diberikan tugas) selama weekdays. Sejumlah buku pelajaran (dari Gandhi Memorial Int School) sudah kami bawa untuk bahan pelajaran selama perjalanan. Selain itu kami juga menyiapkan sejumlah project bagi anak-anak untuk dilakukan. Project tersebut berbeda-beda tergantung lokasi yang kami lalui. Ada project penelitian kecil tentang ekosistem (bisa di danau, hutan, pantai, darat, dll), tentang budaya (misalnya dengan hidup bersama hill tribe minority selama beberapa hari), tentang agama (belajar tentang berbagai agama di tempat yang tepat, misalnya memahami agama budha dan ikut bersama para monk selama beberapa hari dan project-project lainnya.

Jurnal dan reflection merupakan hal tambahan yang anak-anak lakukan diluar standard pelajaran dari sekolah. Reflection sangat penting untuk mereka memahami pengalaman baru apa yang telah mereka dapatkan sehingga bisa diterapkan dimasa mendatang.

 

Journey of Wonder Family

Crew kami sebenarnya hanya terdiri dari tim inti yaitu keluarga kecil kami. Namun setelah ide ini kami ceritakan pada kerabat, begitu banyak dukungan pada kami dan banyak ide-ide mengalir untuk membuat nya menjadi jauh lebih menarik.

Rencana perjalanan yang semula kami buat sederhana, kemudian berubah menjadi lebih serius dengan pendokumentasian perjalanan yang juga lebih serius lagi.

Harapan kami adalah perjalanan ini bisa menginspirasi banyak orang dan berani merealisasikan mimpinya. Juga bisa menjadi pembelajaran bagi anak2 kami nantinya dan juga banyak orang yang ingin melakukan hal yang sama.

Untuk itu tentunya membutuhkan dukungan dokumentasi yang baik dan juga pencatatan perjalanan yang rapi. Semua hal tsb jika kami lakukan sendiri akan merusak perjalanan kami karena menyita begitu banyak waktu.


Eelco Koudijs

Yang selalu bermimpi untuk bisa melakukan seluruh hobbynya sepanjang hidup dan melupakan seluruh pekerjaan dan rutinitas kehidupan. Dari sinilah mimpi kami bermula. Kesepakatan bahwa kami bisa pensiun sedini mungkin dan bisa berkeliling dunia selagi masih kuat dan mampu melakukannya selalu menjadi topic yang berulang dan berulang sejak awal pernikahan kami. Eelco bekerja di Bali Sobek, perusahaan adventure di Bali. Bekerja sesuai dengan hobby setelah bertahun-tahun justru perlahan mengurangi kegembiraan dalam melakukan hobby itu sendiri, sehingga kemudian yang muncul adalah rutinitas kerja.

Iyel Koudjis

Raneeshya

Cheerful girl yang memiliki begitu banyak kesenangan/hobby. Mulai dari menyanyi, menari, gymnastic, rock climbing, running, hiking, soccer playing, story telling, drawing. Selalu ingin tahu banyak hal…, selalu antusias dalam melakukan apapun tapi sangat sensitive dan gampang menangis saat diganggu Tyo.Saat membahas tentang ide travelling around the world, reaksi pertama Raneeshya adalah…., which country we will visit first…., I want to know about that country…., can you tell me about that country :D. Mmmm…, kebayang PR kami untuk mempelajari setiap Negara secara detail sebelum mulai jalan karena pasti akan dituntut sejumlah pertanyaan anak kecil ini

Tyo

A Very shy boy…., jika bisa semua hal diserahkan pada Raneeshya dan Tyo bersembunyi dibelakangnya :DTyo sangat menyukai semua hal yang berhubungan dengan teknik. Kesenangannya adalah fixing dan repairing, gaming, running, soccer playing, makan, memasak dan mengganggu Raneeshya. Saat berdiskusi tentang travelling around the world, pertanyaan pertama tyo adalah “how far it is travelling around the world ?” “what kind of car we will use ?” so… technically

Cappuccino

Kami memanggilnya cappuccino karena warna putihnya selalu berubah menjadi kecoklatan meskipun setelah 1 hari dicuci akibat terkena siraman jalanan yg kami lalui Cappuccino sangat bisa diandalkan, kuat, tangguh dan nyaman saat melewati banyak jalanan yang kurang mulus. Mitsubishi Pajero Dakar 4×4 thn2017