Badai Pasir di Western Sahara – Part 28

Mauritania – Mali

Sebenarnya menurut rencana dari Mauritania kami akan lanjut ke Senegal. Bagi banyak negara untuk masuk senegal tidak membutuhkan visa atau jika pun mesti apply visa, semua menyatakan sangat mudah didapat.

Namun bagi WNI dibutuhkan visa, dan ternyata untuk  approval mesti langsung dari Senegal. Tentunya ini membutuhkan waktu. Pihak Senegal Embassy bahkan tidak janji dalam 2-3 minggu passport bisa kembali. Dan kalau pun bisa kembali belum tentu bisa di approved.

Kami menyerah karena waktu kami terbatas untuk bisa mencapai Afrika Selatan. Kami putuskan untuk langsung ke Mali, karena menurut pihak KBRI Dakar, WNI tidak membutuhkan visa. Dan Eelco sudah mengantongi visa Mali.

Perjalanan dari Nouakchott ibu kota Mauritania menuju border Mali cukup jauh, nyaris 1.000 km dengan begitu banyak check pos sehingga butuh hampir 3 hari baru lah kami sampai di border Mali….

Bagusnya di sini anak-anak belajar tentang betapa berharganya air bagi kehidupan. Mereka hal ini namun tidak benar-benar menyadarinya. Di sini mereka melihat langsung betapa sulitnya untuk mendapatkan air. Banyak yang mesti berjalan hingga 10 km untuk mendapat air dari sumbernya.

Mali – Mauritania – Morocco

Dan ternyata saat tiba di perbatasan Mauritania – Mali, pihak imigrasi Mali tidak berani membubuhi stamp passport saya, karena untuk overlander dibutuhkan visa. Lumayan drop dan kecewa… karena mesti kembali lagi ke Mauritania untuk apply visa Mali.

Setelah menimbang semua alternatif, kami putuskan untuk menunda perjalanan di Africa. Karena begitu banyak negara-negara kecil yg membutuhkan visa dan jika begini terus waktu kami akan habis hanya untuk mengurus visa. Nampaknya akan butuh waktu 1 tahun full agar bisa menjelajah Afrika dengan tenang.

Untuk mengobati kekecewaan, saat kembali ke Morocco kami memutuskan untuk bersantai lebih lama di Khnifiss National Park. Tempatnya begitu cantik, indah dan tenang. Sangat nyaman untuk melamun.

Dan inilah pemandangan indah yang mampu mengobati kekecewaan dan kesedihan kami saat tidak bisa melanjutkan perjalanan di Afrika beberapa bulan lalu.

Khnifiss National Park

Saat di Khnifiss National Park, anak-anak bertemu teman baru dari Berlin dan dalam sekejap mereka langsung sangat akrab. Selama hampir 4 hari mereka asyik bermain bersama dan berpisah hanya saat tidur 😁😁

Anouk dan Frida, teman baru dari Berlin ini mengajak untuk lanjut ke hot spring yang katanya berada di antah berantah ditengah gurun pasir. Ini sejenis wild hot spring dan rasanya seperti melakukan mud spa. Keluarga mereka sudah beberapa kali ke Morocco, karenanya mereka banyak tahu hal-hal unik di Morocco. Kami tertarik mendengar cerita mereka, jadilah kami ikutan lanjut menuju hot spring meskipun saat itu sedang badai pasir. Dan ternyata lokasinya benar-benar di antah berantah. Tak ada papan petunjuk apapun 😁😁😅

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *