Mencari Jejak Harry Potter di Porto – Part 29

Gibraltar

Gibraltar, merupakan semenanjung kecil di pantai Iberia yang terletak dekat dengan pertemuan laut mediterania dan samudra atlantik yang menjadikan tempat ini sangat strategis dan ideal untuk mengontrol jalur pelayaran antara dua lautan tersebut.

Meskipun luas kawasan Gibraltar hanya 6.8 km2 dan sebenarnya kekurangan akan sumber daya alam namun dulunya selama ratusan tahun kawasan semenanjung ini menjadi arena pertempuran dan perebutan antara kerajaan-kerajaan kristen dan muslim setempat dan bahkan di era modern masa kini tetap menjadi arena sengketa Internasional antara Spanyol dan Inggris. Waktu terus berjalan, dan kini Gibraltar telah menjadi salah satu area termakmur di kawasan Eropa berkat pariwisata dan bisnis keuangannya meskipun konflik perebutan antar negara masih tetap belum terselesaikan hingga kini.

Kami merasa sangat beruntung melewati kawasan ini dengan menggunakan ferry. Dari atas ferry kami bisa menyaksikan pertemuan Samudera Atlantik dan Lautan Mediterania serta semenanjung Gribaltarnya nan cantik.

Algarve

Setelah kembali dari Morocco bulan Maret lalu, perjalanan kami lanjutkan menuju Portugal. Seperti biasa Cappuccino dan kami selalu lebih senang memilih jalanan yang tidak beraspal.

Umumnya jalannya lebih asyik dan sering kali kami akan mendapatkan suguhan pemandangan yang lebih eksotis lagi setelahnya.

Kali ini jalan tak beraspal di selatan Portugal membawa kami ke kawasan pantai Algarve dengan pemandangan luar biasa ke lautan Atlantik. Tebing-tebing pantainya yang menjorok dan selalu terkena hempasan ombak benar-benar dramatis. Pantai dengan hamparan pasir putihnya, membuat kami enggan beranjak, jadilah kami menginap 2 malam dan bersantai menikmati keindahan Algarve, Portugal.

Lisbon

Dari Algarve, perjalanan kami lanjutkan menuju Lisbon yang berjarak 3 jam perjalanan. Lisbon merupakan ibu kota Portugal. Sebenarnya di Lisbon banyak tempat yang bagus untuk dikunjungi seperti museum dan arsitektur yang menarik khas Portugal. Namun anak-anak meminta untuk hanya mengunjungi Oceanarium saja karena mereka sangat ingin segera ke Porto.

Oceanarium Lisbon merupakan aquarium indoor terbesar di Eropa yang berada di nature reserve di muara sungai Thagus. Bangunanmya menjulang tinggi menyerupai kapal induk raksasa. Didalam bangunan ini tak terhitung jumlahnya hewan dan tumbuhan laut yang dibagi2 atas berbagai bagian yang terpisah-pisah. Mulai dari Hammer Ead Shark, Puffer Fish hingga Manta. Anak-anak paling senang menyaksikan Moray eels (sejenis belut), penguin yang senang sekali bermain dan sea otter yang sangat menggemaskan. sejumlah koleksinmensrik seperti anemon laut jelly fish termasuk bagian dari 16.000 jenis yang diperagakan disini. Bahkan dilantai 1 terdapat hingga 25 tematik aquarium dan berbagai jenis landscape laut.

Bagian yang paling menarik dan esukatif adalah penjelasan yangs angat simple disetiap display. Anak-anak bisa belajar sangat banyak tentang kehidupan di dalam laut serta berbagai keunikan setiap samudera di dunia.

Porto

Porto & Harry Potter

Porto adalah kota unik dan sangat dinamis yang menjadi salah satu tujuan wisata favorit di Eropa Barat. kota ini sebenarnya menawarkan sejumlah kisah sejarah yang sangat menarik. Tapi anak-anak lebih tertarik pada kisah dan sejarah Harry potter πŸ˜….

J.K Rowling dulu membuat novel legendaris tentang Harry Potter karena terinspirasi dengan kota ini, terutama toko bukunya. Penulis terkenal ini pernah tinggal di Porto selama 2 tahun dan bekerja sebagai guru bahasa Inggris pada awal 1990-an.Β  J.K Rowling biasa minum kopi di lantai 2 toko buku Lello. Karenanya banyak sekali kesamaan yang terlihat tentang toko buku Lello dan kisah yang dijelaskan di Hogwarts.

Untuk itulah, anak-anak sangat ingin mengunjungi toko buku Lello yang memiliki interior Neo Gothic yang menakjubkan. Di depan pintu, seorang witch khas Harry Potter akan menyambut kita dengan topi penyihirnya. Dinding kayunya terlihat sangat unik dengan tangga indah melingkar di tengah ruangan. Gereja dan sejumlah bangunan di downtown mengingatkan kita tentang Hogwarts, serta seragam para mahasiswanya yang menyerupai seragam khas sekolah Hogwarts.

Porto & Desa Nelayan

Hal lainnya yang unik di Porto adalah sebuah desa nelayan yang terletak di tepi pantai yang warganya selalu mencuci baju dan menjemurnya di sebuah tempat secara bersama-sama.

Para wanita yang mencuci baju di sini masih sering menggunakan baju khas Portugal dan sambil mencuci baju mereka bisa bergosip ria. Mengingatkan saya pada para ibu-ibu yg mencuci baju di sepanjang sungai di jaman baheula πŸ˜„πŸ˜„. Sayangnya tidak mudah mengambil gambar para ibu-ibu ini, wajah mereka yang ramah langsung berubah garang sebegitu tahu kami mengeluarkan Camera/hp.

Dari cerita yang saya dapat, mereka sudah melakukan ini selama berabad-abad. Jadi bagi para turis yang melalui tempat ini, pasti akan terkejut melihat puluhan hingga ratusan sprei dan baju yang dijemur di tempat tersebut. Ini menjelaskan tentang kerukunan dan kebersamaan warga di desa nelayan ini.

Desa nelayannya sendiri sangat menarik. Rumah-rumah nelayan dibangun berjajar dengan bentuk jendela yang unik serta keramik warna-warni yang menempel di dindingnya. Lorong-lorong panjang di antara rumah-rumah tersebut sangat rapi, bersih dan teratur. Sangat nyaman untuk dilalui saat sore hari.

Santiago De Compostela

Kota tua Santiago adalah salah satu daerah perkotaan yang indah di kawasan Eropa Barat dan merupakan situs sejarah yang terkenal di Spanyol. Kota ini menjadi menarik dan masuk dalam whist list kami karena teman Eelco beberapa tahun yang lalu memutuskan untuk melakukan pilgrim ke Santiago dengan berjalan kaki selama 35 hari. Cerita tentang perjalanannya ini membuat kami sangat penasaran, untuk apa jalan kaki sampai 800 km ke Santiago?

Ternyata menurut sejarah ke kristenan, seorang tokoh Kristen terkenal bernama Yakobus meninggal dan jasadnya dibawa oleh para pengikutnya dari Yerusalem menuju Santiago dengan berjalan kaki. Sejak itu rute tab menjadi ramai oleh para peziarah yang ingin mengunjungi makam Yakobus. Katedral nya sendiri pun menjadi situs penting bagi umat kristen.

Rute nya sendiri tersebar dari berbagai negara, dari Portugis, Perancis, Spanyol, dll. Rutenya disebut Camino de Santiago. Camino dalam bahasa Spanyol artinya jalan kaki, sementara Santiago merupakan nama kota di Spanyol. Jadi Camino de Santiago bisa diartikan sebagai, jalan kaki menuju Santiago. Rute yang dilalui berjarak sekitar 800 km, umumnya membutuhkan waktu sekitar 35 hari jika secara rata-rata mereka menempuh 25 km/hari.

Jika tidak sanggup masih banyak alternatif rute yg lebih pendek. Perjalanan iniΒ  sendiri saat ini tidak melulu dilakukan oleh umat Kristen atau pun dilakukan karena alasan keagamaan. Banyak yang melakukannya karena alasan kesehatan, mencari inspirasi ataupun ingin berkontemplasi. Pada tahun 1985, kota tua ini ditetapkan sebagai situs warisan dunia oleh UNESCO.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *