Menuju Border Mauritania – Part 27

No Man’s Land

Ada satu areal yang terletak di antara Morocco dan Mauritania, sebuah tanah tak bertuan sepanjang kurang lebih 5 km, lebih dikenali dengan sebutan No Man’s Land. Tanah ini ditinggalkan dan tidak terurus, tidak ada aturan dan hukum yang berlaku di sini. Jalurnya pun tidak begitu jelas terlihat.. Agak horror memang, tapi alhamdulillah waktu itu kami lancar melewatinya. 😀

Sepanjang jalan banyak sekali terlihat bangkai-bangkai mobil. Dulu pada tahun 2007, seorang overlander pernah melewati jalur ini dan tidak sengaja melindasi sebuah ranjau. Konon katanya di areal ini memang terjadi konflik sehingga di sekelilingnya banyak ditanami oleh ranjau-ranjau.

Nouakchott, Mauritania

Saat berada di ibu kota Mauritania, Nouakchott, kami sempatkan untuk bersantai di pantai Nouakchott yang indah dengan pasir putihnya. Letaknya persis di sebelah hotel kami. Ternyata di pantai ini pula setiap sore para nelayan datang membawa banyak ikan-ikan segar hasilnya melaut. Kita juga bisa beli langsung di situ. 😀

Di sana kami juga bertemu dengan keluarga Bigflo asal Belgia yang kebetulan sedang mampir. Mereka mengendarai truk besar bersama dengan 3 anaknya. Tyo dan Raneeshya jadi punya teman bermain dan bersenang-senang di pantai. Karena anak-anak cocok banget, keluarga Bigflo besoknya main lagi ke pantai dan anak-anak happy banget. 😊 .

Mereka berencana jalan 7 bulan untuk keliling Eropa – Afrika, namun hanya dari Morocco sampai Benin (setengah Afrika Barat). Senang rasanya bertemu dengan overlander lain dan seruu berbincang banyak ini dan itu. Sayang karena kami keasyikan ngobrol sampai lupa untuk mengabadikan momen bersama. 😅

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *