Meteora Biara di atas Langit – Part 21

Greece

Saat masuk Greece, sebenarnya waktu kami banyak tersita untuk urusan pengiriman mobil ke Egypt dan urusan visa Iyel. Bagi Eelco dan anak-anak, visa Egypt sangat mudah bisa on arrival, sehingga kami putuskan hanya akan mampir di beberapa tempat yang kami rasa cocok juga untuk anak-anak, yaitu melihat seremoni pergantian penjaga, acropolis dan meteora.

Yunani di jaman dulunya merupakan perbukitan dari bebatuan, di mana mereka membangun kuil-kuil penting yang juga digunakan sebagai tempat berlindung saat diserang oleh musuh.

Acropolis sendiri berarti titik tertinggi di sebuah kota dan biasanya rumah bagi sang raja atau dibangun sebagai tempat suci.

Acropolis yang paling terkenal di Yunani adalah yang terletak Athenian acropolis di mana di puncaknya terdapat kuil Parthenon.

Parthenon sendiri merupakan kuil yang didedikasikan untuk Dewi Athena Parthenos (the virgin Athena)

Changing of The Guard Ceremonies

Biasanya bisa kita lihat di presidential mansion dan di tomb of the unknown soldier. Kami memilih untuk melihat di tomb of the known yang terletak di belakang gedung parlemen, karena lebih dekat dengan hotel tempat kami menginap. Seremoni biasanya dilakukan oleh kelompok militer pengawal presidential, Evzones. Ini merupakan penghormatan pada para pahlawan tidak dikenal yang telah berjuang dan berkorban untuk Yunani. Biasanya selalu dilakukan setiap hari Minggu pkl 11 pagi.

Seremoni dilakukan dengan seragam yang sangat unik dan terlihat sangat lucu dengan sepatu botnya yang seperti cerita di kartun. Tapi jangan salah, yang melakukan seremoni ini merupakan unit elit infanteri Yunani di mana merupakan kehormatan tertinggi bagi mereka jika terpilih sebagai Evzones.

Meteora

Meteora ini tempat yang benar-benar ingin kami kunjungi karena keunikannya. Sejumlah monastery berdiri di atas tebing-tebing yang menjulang tinggi ke atas dan sangat sulit untuk diakses serta terisolasi. Para biarawan Greek Orthodox mendirikan biara-biara ini sejak abad ke-11 guna melindungi diri dari musuh. Mereka juga memilih untuk melakukan ini bukan karena mudah tetapi karena justru hampir tidak mungkin untuk dilakukan. Dan mereka berhasil.

Para biarawan ini memisahkan diri dari dunia ini. Mereka percaya bahwa dengan melarikan diri di padang pasir, menyeberangi lautan, memanjat tebing dan pegunungan yang curam atau melakukan hal-hal muskil lainnya akan membuat mereka merasa dekat dan dapat merasakan kehadiran Tuhan di dalam hati mereka.

Ada 24 buah monastery di sini. Ada yang khusus untuk biarawan, ada juga yang khusus untuk biarawati. Dari 24 monastery yang sudah didirikan, sebagian besar sekarang hanya tinggal reruntuhan, namun 6 monastery masih terbilang aktif. Yang unik, dulunya tidak ada anak tangga untuk naik ke monastery.. mereka biasanya naik dengan dikerek menggunakan tali. Terbayang betapa sulitnya saat membangun monastery tersebut, dan bagaimana usaha mereka untuk mengisolasi diri mereka dari dunia luar.

ALBANIA

Kami masuk border Albania sudah menjelang malam. Sejumlah mobil didepan kami diperiksa bagasinya, namun saat cappuccino lewat imigrasi. Kami tidak turun dari mobil, hanya Eelco yang turun. Petugas hanya cek jumlah orang di mobil dari jendela. Kebayang jika mereka periksa, pasti butuh 2 jam 😁.

Di Albania kami hanya akan mampir di Butrint National Park, Sarade (pantai) dan Tirana (ibukota Albania).

Untuk masuk ke Butrint NP, Cappuccino mesti naik getek 😂. Gak nyangka di Eropa ada juga getek 😁😁. Sayangnya kami naik getek saat malam sehingga tidak bisa ambil gambarnya. Esoknya kami sempatkan ambil getek ini tanpa Cappuccino diatasnya

Di Tirana kebetulan sedang berlangsung Christmas Night Fair seperti pasar malam dengan berbagai permainan dan cafe dadakan. Anak-anak langsung happy, dari sore hingga malam bisa bermain sepuasnya. Padahal dinginnya benar-benar menusuk… Brrr

Montenegro

Setelah Albania, perjalanan kami lanjutkan menuju Montenegro. Negara yang sangat kecil. Kami memutuskan hanya mampir di satu kota yaitu Budva. Ini kota pantai yang benar-benar cantik. Dari teras hotel kami menginap di Budva, pemandangan yang disuguhkan sangat menakjubkan.

Sayangnya kami cuma mampir sebentar lebih tepatnya hanya semalam di Budva. Rumah-rumah di sini berundak-undak mengikuti kontur, jadi berjalan-jalan memgelilingi Kota di sini lumayan bikin ngos-ngosan. Tapi lelahnya setimpal karena langsung disuguhi pemandangan cantik.

Dubrovnik, Croatia

Ini destinasi yang wajib untuk dikunjungi saat di Croatia.

Seperti juga Montenegro, Croatia di anugerahi pantainya yang luar biasa indahnya.

Namun tak hanya itu, Dubrovnik juga memiliki kota tua yang sangat unik dikelilingi dinding batu tinggi besar yang sudah ada sejak abad ke-16.

Di dalam kota tua ini terdapat gereja, museum dan tentunya sejumlah souvenir shop, cafe dan bar. Kami sekeluarga benar-benar sangat menikmati senja dan indahnya malam di kota tua Dubrovnik.

Kami menyempatkan untuk ikut tour dengan menggunakan boat untuk mengelilingi pantai Dubrovnik yang cantik dan menyaksikan gua kecil yang terletak di pantai

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *