Pamir highway, one of the world’s greatest world trips

Setelah lama berpetualang di Kyrgyzstan, kini saatnya kami berpindah menjajal petualangan baru Di Tajikistan.

Khusus untuk Tajikistan, Kami hanya Akan melewati kawasan Pamir Highway, yang merupakan highway tertinggi kedua di dunia setelah Karakoram Highway. Cukup deg-degan juga karena membaca sejumlah cerita tentang Pamir Yang cukup melegenda bagi para overlander.

Deg-degan karena kami masuk tepat diawal winter. Rutenya pasti banyak yang mulai bersalju, sementara penggantian ban mobil tidak bisa dilakukan di Kyrgyz karena ukuran ban untuk ukuran velg 18 inch tidak tersedia. Menurut Azamat, teman kami pemilik bengkel di Bishkek yang hampir tiap bulan melalui rute Pamir, ban Cappuccino masih oke untuk melewati Pamir highway dan masih bisa digunakan hingga 20.000 km lagi.

Rute awal lintasan Pamir Highway adalah dari Osh, kemudian Sari Tash yang masih menjadi bagian dari Kyrgyzstan. Dari Sari Tash perjalanan menanjak hingga border Kyrgyzstan dan Tajikistan yang terletak di ketinggian 4.280 mdpl.

Saat tiba di border, dinginnya luar biasa. Border ini lebih tinggi dari border China -Kyrzyk yang kami lalui bulan September lalu, border ini termasuk border no. 2 tertinggi di dunia. Para petugasnya sangat ramah dan baik hati. Anak2 diajak masuk kedalam ruang kerja yang ada heaternya dan kompor kayu.

Wah Kami sampai disajikan teh hangat, kue2, apel dan permen. Baru Kali ini kami menjumpai petugas imigrasi yang begitu informal dan sangat ramah. Rasanya mau berlama-lama di ruang para bapak2 baik ini 😍

Karakul Lake

Perjalanan kami berlanjut menuju desa di tepian Karakul Lake nan cantik. Desa Karakul ini sangat unik. Meskipun ada di Tajikistan, namun seluruh penduduknya adalah orang-orang Kyrgyzstan yang memang sudah turun-temurun tinggal di kawasan sana.

Waktu itu kami sengaja bermalam di guest house sana agar bisa menikmati keindahan Karakul Lake, danau air asin yang terletak di ketinggian 3.900 mdpl. Dan meskipun suhu saat itu dingin namun di dalam guest house sangat nyaman dan hangat karena ada tungku perapian di sudut kamar kami J.

Kami berbincang dengan cyclists asal Perancis yang sedang bermalam juga di guest house yang sama, katanya jalan menuju Murghab sudah mulai tertutup salju di sebagian tempat. Lumayan tebal, sekitar 30 cm. Waaah, ngeri-ngeri sedap nih.

Benar saja, esok harinya sebagian jalan sudah tertutup salju. Raneeshya dan Tyo girang bukan main. Sementara itu kami justru malah deg-degan, untungnya Cappuccino bisa melewati jalan dengan mulus.

Zorkul Nature Reserve

Setelah Karakul Lake, kota berikutnya adalah Murghab. Kota kecil yang dikelilingi pegunungan es ini menjadi tempat berbelanja bahan makanan, untuk persiapan masuk areal Zorkul Nature Reserve dan Wakhan valley yang agak terisolir.

 

Saat menginap di Pamir Hotel, Mughrab kami bertemu sejumlah cyclist dari UK, USA dan Belgium. 3 Hari 2 malam serasa kami menjadi keluarga. Masak bersama dan berbagi informasi. 😍

Saat kami masuk Zorkul, Subhanallah….. cantiknya luar biasa. Kami seperti berada di planet yang berbeda. Maha karya ciptaan Allah memang tak tertandingi. Banyak travellers yang ke Pamir Highway namun belum tentu memasukkan Wakhan Valley Dan Zorkul lake ke dalam itinerary mereka. Karena memang sangat jauh dan terisolir dan jalannya berkrikil dengan bebatuan besar. Kami pilih rute ini karena nature reserve tempat yang bagus bagi anak-anak untuk belajar tentang ekosistem, terlebih Zorkul masuk dalam list UNESCO World Heritage.

Zorkul selain memiliki pemandangan yg indah, juga dipenuhi beragam burung dan hewan lainnya. Berada pada ketinggian 4.100 – 4.300 mdpl, saat musim panas iklimnya berada disekitar 13⁰C s/d -7⁰C. Dan karena kami masuk di awal musim dingin, jadilah kami mendapat kesempatan merasakan sampai -13⁰C. Konon saat pada puncaknya, di sini bisa hingga -47⁰C. Untungnya kami sudah bersiap membawa winter sleeping bag. Aman sampai -20⁰C.

Namun di Zorkul nyaris tidak ada penginapan, dan lokasinya dengan Afghanistan hanya dibatasi oleh danau. Cerita tentang Taliban yang dengan mudah menyebrang sungai Pamiri dan masuk ke wilayah Tajikistan membuat kami lebih waspada. Kami putuskan selama beberapa hari kami tidur di dalam mobil. Jok kami lipat dan dialasi sleeping bag tebal, sedikit crampy tapi muat untuk ber-4. Jadi siap untuk bergerak jika ada yg mencurigakan di luar.  Saat malam dan membutuhkan penerangan, sedapatnya menggunakan cahaya HP yg dibuat redup agak tidak mencolok. Selama 3 hari kami nyaris tidak bertemu siapa pun. Mesti siap untuk hal terburuk.

Namun sebulan setelah kami dari Tajik sampai di Uzbek, mbak Ocha dari KBRI Uzbekistan menceritakan bahwa para Taliban sebenarnya sangat respek dengan orang Indonesia, mereka gak pernah ganggu. Yaah, tau gitu kami pasang tenda deh..  secara view nya keren banget dan gak perlu tidur crampy di dalam mobil 😂

Wakhan Valley

Dari Zorkul, perjalanan kami lanjutkan menuju Langar yang masih masuk kawasan Wakhan Valley, dengan terus menyusuri Pamir River, sungai yang membatasi Tajikistan dengan Afghanistan.

Dari sisi Tajik, kami bisa melihat onta Afghani yang berpunuk 2 dengan bulu-bulu yang panjang, sejumlah rumah-rumah Afghanistan yang terbuat dari tanah serta lubang-lubang menyerupai goa di dinding-dinding gunungnya yang (mungkin rumah para Taliban) kadang bisa terlihat sangat jelas. Karena lebar sungai hanya sekitar 20-30 m.

Di sisi Tajik, sejumlah marmot berukuran besar terus melintasi jalan kecil yang kami lalui. Tyo sampai minta kami berhenti untuk bisa mencari posisi rumah marmot-marmot ini 😀. Sayangnya semua baterai camera dan hp sudah habis.

Untuk masuk Langar kami mesti melewati pos militer. Permit khusus GBAO dibutuhkan untuk masuk kawasan Zorkul dan Wakhan Valley. Para petugas baik dan ramah selama surat-surat kita lengkap.

Akhirnya Kami sampai di Langar hampir tengah malam. Kami bisa menginap di sebuah rumah khas Pamiri yang dijadikan hostel/guest house yang fasilitasnya lumayan basic dan harganya relatif mahal tapi yang penting ada penghangat di kamar dan anak-anak bisa tidur nyaman lagi setelah berhari-hari melintasi areal tak berpenghuni.

Pagi hari, saat membuka jendela kamar, terlihat seluruh tubuh Cappuccino tertutup salju. Tyo langsung berlari keluar dan berteriak happy. Guesthouse dan taman di sampingnya pun tertutup salju. Nampaknya white Christmas datang lebih awal 😍. Untungnya kami sudah sampai Langar, kebayang jika masih di Zorkul, jangan-jangan sudah  -30⁰C.

 

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *