Turkmenistan – Part 16

Turkmenistan

Nyaris frustasi rasanya jika masuk di satu negara, waktu yang tersedia sangat terbatas.

Sudah menjadi pembicaraan umum di kalangan overlander, bahwa untuk mendapat visa Turkmenistan sangat tidak mudah. Untuk dapat visa transit saja sudah mesti happy banget. Banyak yang apply visa ditolak tanpa mengetahui alasan mengapa visanya ditolak.

Untuk mendapat transit visa, kami apply di Bishkek, setelah visa Iran dan Uzbekistan (khusus untuk Eelco) di approved. Tanpa itu, pasti ditolak.

Tidak seperti cerita teman-teman kami, rasanya bagi kami apply visa Turkmenistan sangatlah mudah, bahkan boleh dibilang pihak konsuler Turkmenistan sangat membantu dan memudahkan. Karena saat menunggu proses, waktu itu kami tinggal berkeliling Kyrgyzstan, namun pihak konsuler menelpon kami untuk memberitahu sejumlah data yang belum lengkap (foto yang kurang sesuai ukuran, memastikan titik border masuk dan keluar tidak akan berubah). Dan setelah visa di approved, buktinya mereka kirimkan pada kami via email, jadi kami tidak perlu kembali ke Bishkek.

Karena kami hanya mendapat 5 hari transit, maka sudah jelas kami hanya bisa mampir di 2 tempat dan 1 tempat yang bisa mampir sambil lewat. Kami pilih hanya ke Ashgabat (ibukota Turkmenistan) dan Gate to Hell yang sangat terkenal. Dalam perjalanan menuju Ashgabat, masih memungkinkan untuk mampir ke Merv karena memang akan kami lalui.

Jarak Bukhara hingga border cukup jauh sekitar 90 km, dan antrian di border akan panjang. Karenanya kami sudah berangkat setelah subuh.

Untuk keluar Uzbekistan, kami wajib memperlihatkan bahwa benar kami menginap di beberapa hotel di sana. Jadi di setiap hotel yang kami inapi, pasti kami meminta form dari pihak receptionist, jika tidak maka kami akan kena denda. Mereka juga kembali meneriksa mobil, untungnya tidak memakan waktu lama.

Namun saat masuk border Turkmenistan, prosesnya memang memakan waktu yang cukup lama. Setelah passport di cap, mesti urus asuransi, barulah mereka mau melakukan pengecekan mobil. Setiap bagian tsb, antri. Jadi habis waktu untuk antrian tsb. Jadi meskipun kami sudah sepagi mungkin sampai Di border, baru keluar border lewat dari pkl 2 siang.

Begitu keluar border kami langsung bergegas menuju Ashgabat yang berjarak 4-5 jam perjalanan. Sempat mampir di Merv yang terkenal akan sejarahnya dan memperlihatkan pada anak-anak bagaimana arkeolog bekerja dalam mengorek kisah masa lampau. Sayangnya kami sampai Merv sudah sangat sore, sulit mengambil gambar yang bagus.

Di perjalanan mampir di tempat makan yang menyediakan ikan segar dan kebab. Si ibu dan anak gadis yang berjualan menggunakan baju khas Turkmenistan yang sangat anggun. Mencari toilet di sini sangat sulit. Saat kami bertanya toilet, mereka mengajak ke lapangan luas terbuka dengan sejumlah pohon utk berlindung, Waduuh…๐Ÿ™„๐Ÿ™„. Jadi memang mereka gak punya toilet dan showerโ€ฆ Untung di sini udaranya kering ya, Jadi gak mandi pun gak bau ๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜‚.

 

Ashgabat

Sampai di Ashgabat, kami tercengang, kotanya begitu bersih. Pantas saja teman-teman overlander mengingatkan kami mesti cuci mobil sampai bersih sebelum masuk kota Ashgabat ๐Ÿ˜€. Ibu-ibu pembersih jalanan gak cuma menyapu jalanan, tapi juga mengelap halte bus, mengelap besi-besi jembatan, dll. Tak heran kotanya menjadi sangat kinclong.

Di sini pun umumnya mobil berwarna putih dan semuanya bersih. Cappuccino mesti dijaga badannya supaya tidak berdebu seperti hobbynya selama ini… Berkotor ria hingga berubah jadi kecoklatan. Bisa-bisa kami kena denda ๐Ÿ˜€.

Di Ashgabat kami berkeliling kotanya yang sangat bersih dan juga mampir melihat Moscow bazaar yang rapi dan teratur serta menukar uang di Altyn Azyn bazaar yang sangat besar menyerupai pasar tanah abang.

Bahan bakar dan biaya hidup di Turkmenistan sangatlah murah. Yang mahal adalah hotelnya ๐Ÿ˜€. Di Ashgabat kami menyempatkan untuk melihat Turkmenistan independence monument, gypjak mosque, monument arch of neutrality. Setelahnya kami sudah mesti segera ke Gate to hell.

Door to Hell

Gate of hell, door to hell atau Darvaxa Gas Crater… Begitu menarik nya tempat ini. Saat kami tiba, hari sudah menjelang sore. Hampir semalaman kami takjub memandangi fenomena Door to Hell. Atraksi paling terkenal di Turkmenistan. Menurut seorang geologis asal Turkmenistan, Anatoly Bushmakin, situs ini ditemukan oleh para ilmuan asal Soviet pada tahun 1971, yang melakukan pengeboran untuk mengetahui jumlah minyak bumi yang tersedia dan secara tidak sengaja menabrak sebuah gua gas alam yang besar di perut bumi dan membuat tanah runtuh dan seluruh alat pengeboran ikut terjatuh.

Karenanya uap beracun mulai bocor dan menyebar, untuk mencegah terjadinya penyebaran yang kian luas, para ilmuan tsb mencoba membakar habis gas tsb. Namun setelah hampir setengah abad fenomena itu terjadi, kobaran api di kawah Darvaza belum juga padam dan tetap menyala terang. Orang-orang kemudian lebih mengenal tempat ini dengan nama โ€˜Pintu Menuju Nerakaโ€™ atau โ€˜Door to Hellโ€™ dan menjadi tempat wajib bagi para turis yang mengunjungi Turkmenistan.

 

Jangan Lupa subscribe Youtube kita Like dan share ๐Ÿ™‚

support teman2 memberikan energy buat kami untuk terus Berbagi pengalaman perjalanan

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *