PERSIAPAN KENDARAAN

  • Kendaraan apa yang paling cocok untuk perjalanan lintas Negara selama 3 – 4 tahun ? Diskusi tentang hal ini memakan waktu yang sangat panjang dan menuai perdebatan lama. Pemilihan jenis kendaraan yang cocok tentunya berbeda-beda bagi setiap pasangan/keluarga. Jumlah anggota keluarga, gaya hidup, rute yang akan dilalui dan lainnya merupakan poin-poin yang harus dipertimbangkan dengan matang.

Campervan?

  • Saat awal, karena menyadari bahwa kami membutuhkan sebuah rumah berjalan yang bisa mengangkut sejumlah perlengkapan untuk aktivitas selama perjalanan, tentunya kami bermimpi tentang sebuah campervan/RV yang tidak terlalu kecil agar nyaman bagi seluruh anggota keluarga, namun juga tidak terlalu besar supaya mudah bagi kami saat melewati jalan-jalan yang kecil dan sulit. Iyel lebih memilih sebuah truk ukuran tanggung yang bagian belakangnya bisa di modifikasi untuk kamar, dapur, living room yang nyaman bagi semua. Tapi tentunya mimpi ini langsung ditolak oleh Eelco. Untuk mengendarai membutuhkan latihan ekstra. Meskipun kami sepakat untuk latihan ekstra, namun nantinya akan banyak masalah dijalan jika mobil mesti melewati rute-rute dengan jalan yg sempit dan kecil. Bahan bakar juga membutuhkan jauh lebih banyak dan boros. Eelco terus mengingatkan, jika 1 ban mesti diganti maka itu ukuran ban sama dengan tinggi kami, bayangkan beratnya ban tsb. Ini cukup membuat kami langsung berganti pilihan.

Campervan 4×4?

  • Pilihan kedua adalah campervan yang 4×4. Beberapa minggu kami habiskan untuk diskusi bentuk bagian dalam campervan agar sesuai dengan kebutuhan kami. Pilihan kami jatuh pada hilux atau triton, namun luasan areal yg bisa dibangun ternyata sangat terbatas, banyak kenyamanan yang harus di kurangi.
  • Hampir semua karoseri yang kami datangi menolak. Asumsi kami karena memang membuatnya rumit dan menghabiskan banyak waktu dan rugi untuk mereka. Ada 1 karoseri yang bersedia membangun campervan. Kami pun intensif berdiskusi dengan pemilik karoseri kecil tsb. Namun setelah menghabiskan waktu lebih dari 1 minggu, kami menyadari bahwa karoseri tsb terlalu kecil dan kemampuannya sangat terbatas. Di karoseri lainnya yang bersedia membangun, namun tidak bersedia mengurus izin. Jadi izin rancang bangun mesti kami sedniri yang urus. Bagi kami tidak masalah, selama ada yang membantu membangun campervan sesuai mimpi kami.
  • Setelahnya kami baru sadar bahwa memang ternyata untuk pengurusan izin layak jalan sangat rumit. Rancangan gambar mesti dibuat sangat presisi dan digambar oleh ahlinya. Biasanya mesti ada supervise dari pihak Dephub. Itu membutuhkan waktu yang cukup lama. Paling cepat 3 bulan. Dan setelah kami langsung berdiskusi dengan pihak Dephub, kemungkinan besar gambar kami tsb pun akan membutuhkan waktu lama untuk penggondokan karena UU dan peraturan tentang mobil campervan belum ada di Indonesia. Sampai titik ini kami menjadi lumayan frustasi, karena sudah cukup banyak waktu yang terbuang, sementara waktu keberangkatan hanya tinggal 2 bulan lagi.

Mini Caravan?

  • Pilihan lainnya adalah dengan trailer/caravan kecil yang bisa untuk meletakkan banyak barang dan bisa untuk tidur saat dibuka (pop up). Namun ide ini hanya bertahan selama 1 minggu. Banyak pertimbangan yang membuat kami memutuskan alternatif ini tidak cocok. Pertama karena rute yang kami lalui banyak yang tidak sesuai jika kami menarik trailer. Akan banyak masalah yang kami hadapi sepanjang jalan jika trailer stuck akibat jalan yang jelek, berlumpur, berbatu atau tanjakan/turunan curam. Selain itu, di Indonesia baru satu tempat yang membuat trailer seperti ini, sudah kami coba dan sangat berat bebannya karena jenis bahan/material yg digunakan. Ini pun masih belum sepenuhnya legal di Indonesia. So, mesti ada alternatif lain.

Best Choice : Capuccino!

  • Ditengah keputusasaan, pilihan akhirnya jatuh pada mobil yang biasa kami gunakan sehari-hari selama ini. Si Capuccino. Kami menyebutnya capuccino karena mobil putih ini langsung berubah menjadi warna capuccino setelah melewati jalur perjalanan yang kami sukai.
  • Capuccino adalah pajero seri Dakar 4×4 yang cukup tangguh. Pilihan ini yang paling masuk akal dengan terbatasnya tenggat waktu yang sudah kami tentukan untuk mulai jalan. Tapi tentunya ada sejumlah penyesuaian yang harus kami lakukan. Karena mobil ini relatif sangat kecil untuk perjalanan panjang. Kami pikir untuk awal perjalanan yang banyak sekali rute/jalur yang membutuhkan mobil 4×4 misalnya di Pamir Highway, di Laos, Africa, masih bisa kami pakai Capuccino.

Sejumlah modifikasi yang kami lakukan untuk Capuccino antara lain, mengganti jok belakang dengan rak untuk meletakkan perlengkapan masak dan baju. Meletakkan rooftop tent di atas dan menambah rak besi di atas untuk meletakkan peti yang berisi perlengkapan kegiatan (perlengkapan snorkeling, jaket musim dingn, tenda living room, meja, kursi, dll) serta untuk meletakkan jeriken untuk stock fuel dan air.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *