MELAKA

Kami hanya transit di Melaka, praktis hanya 1 hari yang benar-benar bisa digunakan untuk sightseeing. Tak banyak yang bisa dilakukan dengan keterbatasan waktu tsb. Kami hanya berputar di St Paul’s Church, Christ Church, Stadthuys, Cheng Hoon Teng, Jonker street tutup karena bukan weekend. Saat ingin masuk Melaka Sultanete Palace Museum, waktu kunjung sudah habis/tutup. Untungnya anak-anak sudah pernah ke Melaka 3 tahun sebelumnya, beberapa tempat sudah mereka kunjungi, meskipun banyak hal yang sudah terlupa juga.

KUALA LUMPUR

  • Pengurusan Visa Kyrgyzstan
    Hal utama yang mesti kami lakukan di Kuala Lumpur adalah apply visa Kyrgyzstan khusus untuk Iyel dan menjemput Cappuccino jika sudah tiba di Port Klang. Visa Kyrgyzstan lumayan bikin repot untuk apply jika kita melakukan travelling lewat jalur overland karena tidak ada kedutaan atau consular Kyrgyzstan di Indonesia. Jika masuk lewat airport, bisa dilakukan dengan menggunakan e-visa. Tapi karena nantinya kami masuk Kyrgyzstan via jalan darat setelah China, maka mau tidak mau visa dilakukan di Kuala Lumpur.Pengurusannya sendiri relative mudah. Asal seluruh persyaratan sudah dipenuhi, masukkan form aplikasi dan seluruh persyaratannya di hari tsb, maka besoknya visa sudah akan jadi. Biaya visa express 80$ yang mesti ditransfer via bank. Jadi kami mesti bolak balik terlebih dahulu ke bank sebelum memasukkan aplikasi. Petugas yang membantu mengurus visa pun sangat baik dan ramah. Setelah kami jelaskan bahwa kami akan overland, sang petugas sangat tertarik dan antusias.Esoknya, setelah menyerahkan passport dengan visa Kyrgyzstan didalamnya, justru si Bapak yang banyak bertanya bagaimana caranya agar bisa overland dari KL hingga Kyrgyzstan, karena beliau mau mencoba hal yang sama untuk liburan berikutnya. Obrolan tentang rute, detail administrasi yang mesti disiapkan untukoverland dan perkiraan biaya justru menjadi topik utama saat itu. Saking senangnya, si Bapak memberikan oleh-oleh sejumlah buku, brosur dan peta Kyrgyzstan pada kami. Juga diserta beberapa saran highlight area yang wajib dikunjungi selama di Kyrgyzstan nanti.
  • Bersantai Sambil Menunggu Capuccino
    Karena Cappuccino delay sampai di Port Klang, maka kami masih punya beberapa hari untuk bersantai di Kuala Lumpur. Anak-anak bisa bermain ke KLCC park, sholat di Masjid Jamek dan mampir ke Decathlon untuk berbelanja sejumlah perlengkapan camping.

    Sebenarnya perlengkapan camping kami untuk travelling sudah lengkap namun untuk perjalanan yang sangat panjang ini, rasanya sejumlah perlengkapan harus kami ganti dengan ukuran yang lebih kecil agar mudah dipacking dan tidak memenuhi mobil. Seperti meja dan kursi, terpaksa semuanya kami ganti dengan yang lebih kecil agar muat di packing di rak atas mobil. Kami juga menambahkan tenda toilet dan perlengkapan untuk shower serta tenda living room untuk anak-anak belajar setiap harinya saat dipegunungan nanti. Ini akan sangat dibutuhkan saat melintasi Pamir Highway dan Africa.
    Di hari terakhir, kami jemput Cappuccino dengan menggunakan taxi online. Kuala Lumpur – Port Klang cukup jauh, memakan waktu lebih dari 1 jam. Tiba di pelabuhan Port Klang, Cappuccino sudah terlihat dari jauh karena ada peti yang bertengger diatasnya.Proses serah terima di sini juga sangat cepat dan efisien. Mereka hanya menyerahkan surat-surat dan pengecekan kilat tentang kondisi mobil yang aman (tidak ada goresan). Seluruh ransel kami masukkan ke dalam cappuccino, dan langsung berangkat menuju Penang.
  • Repotnya Mencari Kartu E-tollKesulitan berikutnya adalah saat akan masuk tol. Seluruh tol di Malaysia sama seperti di Indonesia. Mereka menggunakan kartu tol. Sementara kami belum memiliki kartu tol tsb. Akhirnya kami terpaksa jalan dipinggir tol terlebih dahulu, masuk ke beberapa gas station untuk mencari kartu tol touch n go yang ternyata jarang dijual. Sudah memasuki 8 gas station dan hasilnya nihil, hanya bisa untuk top up saja.Akhirnya Eelco telp ke customer service touch n go, menanyakan di mana kami bisa membelinya. Ternyata untuk masuk pertama, kami bisa ambil gate yang paling kiri di jalan toll dan bayar dengan cash. Setelahnya langsung minggir ke kantor mereka yang tak jauh dari pintu tol dan membeli kartu perdana disana.Kartu perdana touch n go seharga RM 10, dan itu kosong. Akhirnya kami top up sebesar RM 50 karena menurut seorang petugas perjalanan ke Penang membutuhkan sekitar RM 50. Uang yang tersisa di kartu tidak bisa di refund. Maka memang lebih baik isi seperlunya saja dan top up di gate paling kiri jika merasa uang yang tersisa didalamnya tidak mencukupi.
  • Motor di Jalan Bebas Hambatan?Hal lain yang baru kami ketahui di Malaysia adalah, motor bisa masuk ke dalam highway. Bahkan motor bebek yang memiliki cc kecil. Jadi jika ingin melaju kencang, jauh lebih aman ambil jalur tengah atau paling kanan, karena motor mengambil jalur paling kiri.Rute KL ke Penang diperkirakan akan memakan waktu sekitar 6 jam. Saat itu sudah pkl 6 sore, bisa ditebak, kami akan sampai di Penang tengah malam dan kembali dalam kondisi kelelahan  

😀 Ikuti terus perjalanan kami..

Jangan lupa subscribe channel kami di Youtube -> Journey of Wonder

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *